Fight Breast Cancer Like A Woman! Rosé All Day X Pink Shimmerinc

Left to right : Dinda, Ninetta, Tirza dan Imelda

Tangguh dan berani. Dua kata untuk para pejuang-pejuang tangguh kanker payudara dari Pink Shimmerinc, sebuah komuniti yang dibentuk oleh Dinda Nawangmulan pada tahun 2007.

RADC mendapatkan kesempatan untuk bertemu empat breast cancer survivors yaitu Dinda, Ninetta, Imelda dan Tirza. Saat pertama kali bertemu, saya cukup terkejut karena mereka terlihat cantik dan sehat! Tidak samasekali terlihat seperti sakit – malah sesi foto kali ini disertai tawa dan canda. Seru sekali!

Perkenalkan Dinda, founder dari Pink Shimmerinc. Saat menjalani masa penyembuhan Dinda tersadar bahwa banyak pasien yang mengalami masa sulit dan putus asa. Menunggu hasil lab, melihat pasien lain yang sudah kehilangan rambut dan duduk diatas kursi roda pasti membuat seseorang menjadi semakin tidak percaya diri dan inilah pemicu stres pada pasien yang membuat kondisi semakin lemah. Menggandeng Alexander Abimanyu, Dinda mendirikan Pink Shimmerinc, sebuah komunitas untuk memberikan dukungan penuh kepada para pejuang kanker payudara sekaligus sebagai tempat untuk mencari dan bertukar informasi.

Kisah Dinda sendiri sebenarnya sangat inspiratif. Ia terdiagnosa di awal umur 30 tahun dan pilihan yang diberikan dokter adalah mastectomy (proses pengangkatan payudara) dan menjalani kemoterapi .“Tapi saya memilih untuk tetap positif dan maju terus. Dukungan yang paling berharga buat saya datang dari keluarga dan kerabat dekat,” ujar Dinda.

Lain halnya dengan Ninetta yang terdiagnosa di awal 20an. Saat itu diketahui bahwa ia mengidap kanker payudara stadium satu. Ninetta segera melakukan pengobatan secara rutin, kemoterapi dan memulai hidup sehat. Sebagai spoke-person Pink Shimmerinc, Ninetta selalu mengatakan bahwa kanker payudara bukanlah akhir dari segalanya. “Justru di saat-saat seperti inilah, kita harus berpikir jernih dan positif. Kanker payudara dapat disembuhkan pada stadium-stadium awal. Maka dari itu kita sebagai perempuan yang memiliki resiko lebih besar terkena kanker payudara, bisa melakukan SADARI di rumah”

Apa itu SADARI?

“SADARI adalah cara mudah untuk mendeteksi kanker payudara sedini mungkin,” jelas Imelda. “Periksa Payudara Sendiri (SADARI) sebaiknya dilakukan 7-10 hari setelah menstruasi” Jika kamu menemukan benjolan keras di daerah ketiak sampai payudara dan sekitar puting susu – apalagi jika disertai dengan cairan yang keluar dari puting, terdapat ruam dan rasa sakit di sekitar payudara,  segera periksakan diri ke dokter!

“Banyak wanita di Indonesia yang takut ke dokter cuma karena gak siap mendengar diagnosa dari dokter,” tambah Tirza. Benjolan atau perubahan payudara sendiri sebenarnya dapat disebabkan oeh banyak hal dan tidak semua mengarah pada penyakt serius. Hanya 1 dari 10 benjolan pada payudara bersifat kanker. “Tetapi jika kanker yang terlambat ditangani akan membawa dampak yang sangat serius, jadi gak ada salahnya periksa ke dokter untuk antisipasi sedini mungkin!” jelas Dinda sambal diikuti anggukan setuju oleh yang lain.

Tak terasa sesi foto dan video sudah memakan waktu hingga 3 jam, saatnya untuk berpisah dengan Imelda, Tirza, Ninetta dan Dinda. “Satu yang harus diingat untuk kalian yang punya teman atau saudara pengidap kanker. Jangan pernah mengasihani dan menangis didepan kami. Kami ingin diperlakukan seperti  orang kebanyakan – normal. Beri kami support berupa doa, semangat dan senyuman!” ujar Ninetta dengan mantap.

Salute!

------

Jika ingin bergabung dalam komunitas Pink Shimmerinc dapat mengunjungi situs resminya di SINI.

 

Read more

PRINKA CASSY

The Best Way To Apply The Realest Lightweight Foundation

BTS: ROSÉ ALL DAY COSMETICS X LOVE AND FLAIR

Comments

Be the first to comment.